Hari ini saya ber-messenger-an
dengan temen baik saya sekaligus seorang entrepreneur muda, keren, sukses lagi.
Saya adalah salah satu penggemarnya. Biasanya saya main ke kantornya
ngobrol-ngobrol, diskusi, dan minta berbagai bantuan
. Karena saya sering mbaca tentang anak muda
sukses di Amrik, apalagi di era web 2.0 ini, saya jadi pingin bandingin dengan
entrepreneur2 Indonesia yang juga masih muda dan cukup berhasil di usahanya.
Akhirnya aku minta waktu ke Wahyu tuk wawancara, cie.. cie.. kayak reporter aja.
Intinya sih aku ingin mengerti apa yang ada di benak orang-orang seperti Wahyu,
yang menurutku tipe yang bisa mengubah Indonesia ini.
Wahyu lahir di
Kulonprogo tanggal 7 Januari 1984 (asem aku jadi kerasa tua), dengan nama
lengkap Wahyu Wijanarko. Tamat dari SMU 1 Bantul tahun 2001, kemudian
melanjutkan kuliah di Teknik Elektro UGM pada tahun yang sama, dan kemudian
lulus mendapatkan gelar sarjana pada November 2005. Saat ini mengelola
perusahaan IT Global Intermedia yang dimiliki bersama 3 teman lainnya.
Bagi temen-temen
yang ingin berbincang-bincang lebih banyak dengan Wahyu secara pribadi, bisa kontak dia lewat Yahoo
Messenger (atau MSN, kan udah gabung) dengan ID: wahyubumi. bagi yang pingin tahu Wahyu bisa lihat profil Friendsternya di sini.
dino: Bagaimana ceritanya kok bisa memutuskan untuk mendirikan Global
Intermedia, mungkin juga bisa diterangkan mengenai Global Intermedia?
wahyu: Ceritanya berliku-liku. Global Intermedia sendiri merupakan kelanjutan
dari berdirinya Deconcept Computer yang sudah ada sejak tahun 2000, kemudian
waktu kuliah dilanjutkan dengan mendirikan perusahaan baru dengan nama bendera
Global Intermedia.
dino: itu semua Wahyu ikut mbikin?
wahyu: Tidak, Deconcept Computer dulu mas Eko dan temen-temennya yang bikin,
kemudian sesuai dengan perkembangan, dimana dulu foundernya sama-sama bekerja
di Puskom UGM, kemudian formasinya diubah. Nah di situlah pada awal 2004 saya
dan teman-teman masuk mendirikan Global Intermedia.
dino: Jadi situ udah kerja dan mbikin usaha sejak masih kuliah. apakah itu suatu
nilai plus untuk usaha anda sekarang dengan anda kerja dan usaha sejak kuliah?
wahyu: Nilai plusnya cukup banyak. Kebetulan background pendidikan, hobi, dan
usaha kita (teman-teman yang mendirikan Global Intermedia) sejalur, yaitu dunia
Teknologi Informasi, sehingga bisa saling melengkapi. Pengalaman ilmu teknis
yang diperoleh di kampus bisa digunakan untuk kerja, dan hasil pengalaman dari
kerja yang dilakukan bisa dishare kembali ke ruang kuliah sehingga kita juga
memperoleh added value pada hasil studi kita, dan hasilnya menggembirakan. Istilahnya
ada timbal balik di situ.
dino: sebetulnya seperti apa sih jalanin usaha di Indonesia sebagai anak muda
yang baru lulus? apakah lingkungan usaha di Indonesia mendukung anak muda
menjalankan usaha?
wahyu: Wah, yang namanya usaha itu tidak pandang umur. Saya dulu waktu SD pernah
jualan kue di sekolah, SMP pernah punya usaha peternakan puyuh sendiri, dan
akhirnya terkena imbar krisis moneter yang mengakibatkan usaha peternakan saya
itu jadi tutup. Jadi menurut pandangan saya, lingkungan dan kesempatan usaha
itu banyak dan cukup mendukung, tinggal bagaimana kita mau mencari celah dan
menyikapi hal tersebut.
dino: Apakah wahyu punya bapak atau ibu yang berwirausaha? menurut wahyu faktor
gen berpengaruh ga?
wahyu: Kalau bapak sama ibu memang wiraswasta. Mungkin itu sedikit banyak juga mempengaruhi.
Tapi kayaknya gen tidak ada hubungannya. Soalnya di banyak kasus, ada yang
orang tuanya wiraswasta anaknya jadi pegawai, dan sebaliknya, orang tuanya
pegawai, tapi anaknya menjadi wiraswasta. Kalau saya boleh bikin, formulanya
adalah PhD = W x E. PhD: pengusaha handal, W: Will (kemauan), E: Environment
(lingkungan).
dino: Kan Global Intermedia ini pemiliknya 4 orang, bagaimana kalian saling
mendukung, apakah 4 orang menjadikan lebih bagus atau menjadi memperlambat
keputusan?
wahyu: Saling mendukung, satu sama lain bisa saling melengkapi dan mendukung.
Untuk pengambilan keputusan, dengan adanya teknologi komunikasi saat ini, bisa
dilakukan di mana saja dan kapan saja, sehingga bisa dikatakan tidak ada
perbedaan mengenai cepat atau lambatnya keputusan bisa diambil.
dino: maksudku apakah konflik itu ada khususnya dalam perbedaan pendapat?
misalnya dalam strategi bisnis dll.
wahyu: Kalau misalnya perbedaan pendapat mengenai suatu hal, itu biasanya
dituangkan ke dalam musyawarah, baru nanti bisa diambil keputusan.
dino dinarga: Proyek apa aja yang pernah kalian bikin? Mana
yang menurutmu paling menarik?
wahyu: Wah, banyak, mulai dari UKM, Korporasi Swasta, dan Pemerintah. Yang
menarik bagi saya pribadi adalah pada pekerjaan-pekerjaan yang menuntut pengaplikasian
teknologi dan hal-hal yang baru. Misalnya saja seperti ketika bisnis SMS
content pertama kali keluar, kita sudah mulai mengaplikasikannya ke klien dan
teknologi web dengan AJAX, kita sudah menggunakannya sejak awal 2005 yang lalu.
dino: Wah itu cukup menarik, khususnya dengan perkembangan bahasa pemrograman
sendiri yang berkembang sangat cepat, bagaimana kalian menghadapi perubahan2
seperti itu, ga cuma perkembangan bahasa pemrograman tapi juga teknologi secara
keseluruhan yang cepet banget berubah dan berkembang?
wahyu: Internet memberikan kemudahan bagi pengembangan teknologi di Global
Intermedia. Jadi hal-hal yang baru tersebut bisa ditemukan melalui informasi
yang tersedia di internet.
dino: bagaimana kalian memanage untuk belajar sekaligus bekerja? apakah kalian
mencari orang yang sudah memiliki ilmu tersebut atau kalian belajar sendiri
terus mengajarkannya ke subordinat?
wahyu: Belajar bersama-sama. Jadi siapa saja di Global Intermedia berhak dan
wajib untuk membagi ilmu yang diperoleh. Jadi dalam pengembangan kemampuan di
Global Intermedia tidak ada istilah ordinat atau subordinat. Yang ada
adalah kesadaran melakukan knowledge
transfer untuk pengembangan teknologi maupun pengembangan kemampuan secara
umum.
dino: Pandangan wahyu mengenai Global dalam 5 tahun mendatang seperti apa?
wahyu: Perkembangan teknologi informasi dalam 5 tahun sulit sekali untuk ditebak.
Tapi secara garis besar, dalam 5 tahun yang akan datang saya sendiri berharap
agar Global Intermedia mampu untuk berkembang dan tampil beda sesuai dengan
irama perkembangan teknologi.
dino: Apa sih arti Global Intermedia?
wahyu: Kata global mungkin semua orang sudah paham maksudnya, yaitu mendunia.
Kata intermedia dimaksudkan agar Global Intermedia mampu untuk berkembang
melalui semua media agar bisa diterima oleh semua lapisan. Harapannya tentu
saja agar kalau orang bicara mengenai teknologi, Global Intermedia bisa menjadi
salah satu referensinya.
dino: Ada data mengatakan kalo lebih dari
90% perusahaan tutup sebelum berumur 5 tahun, apa strategi kalian untuk
menghadapi itu?
wahyu: Data dari mana?
dino: dari buku-buku entrepreneurship luar negeri sih tapi menurutku emang ada
benernya. katanya 90% mati di tahun pertamanya. kemudian dari yang sisa 10%,
90%nya mati di sebelum tahun kelima, jadi hanya 1% yang lanjut ke tahun ke lima
keatas..
wahyu: Waduh, kalau itu memang gak bisa dipungkiri, tapi
setidaknya saya masih percaya lebih dari 90% orang yang menginginkan
perusahaannya mampu berkembang hidup lebih dari 5 tahun. Banyak sekali
sebenarnya alasan mengapa perusahaan bisa tutup. Ada masalah prinsip, masalah
keuangan, atau ada peluang lain yang lebih menjanjikan, dan juga banyak masalah
lainnya, yang harus dilihat satu persatu penyebabnya. Dan tiap permasalahan
biasanya diselesaikan dengan cara yang berbeda pula. Misalnya produk sudah
tidak laku di pasaran, mungkin perlu strategi rebranding? Jadi ke depannya
harus dilihat dulu masalahnya di mana, baru bisa dikeluarkan strateginya.
dino: Kalo menurut wahyu keadaan teknologi di Indonesia seperti apa?
wahyu: Dari apa yang saya baca di media, pemerintah sudah mulai concern untuk
mengembangkan infrastruktur dan regulasi-regulasi untuk mengatur hal ini. Misal
salah satunya adalah rencana pengembangan backbone jaringan Fiber Optic
internasional agar biaya internet bisa semakin murah, itu merupakan pertanda
yang cukup baik bagi pengembangan teknologi di Indonesia. Dengan murah dan
mudahnya informasi diperoleh, maka pengembangan SDM akan bisa terbantu, yang
secara langsung maupun tidak langsung akan membantu pesatnya perkembangan
teknologi di Indonesia.
dino: Ada saran ga yu bagi temen-temen muda yang pingin bikin usaha sendiri?
wahyu: Bagi temen-temen muda yang ingin mengembangkan usaha sendiri, siapkan
kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal adalah persiapan mental dan
pengetahuan mengenai usaha yang akan dirintis, dan persiapan eksternalnya
adalah dengan membangun kepercayaan dan menjalin relasi yang kuat, itu kunci
utamanya. Kalau keduanya bisa dibangun pengembangan selanjutnya akan lebih
mudah. Jangan menyerah untuk mencoba, jangan takut gagal, seperti yang Dino
bilang di blognya kalau orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak
pernah melakukan sesuatu.
dino: hehehe
thank you thank you